Beranda > Uncategorized > TIK untuk Pendidikan yang Lebih Baik

TIK untuk Pendidikan yang Lebih Baik

TIK untuk Pendidikan yang Lebih Baik

Oleh: Alfa Saputra

 

Seiring bergulirnya perkembangan teknologi dan informasi yang kian mengglobal maka kebutuhan akan penggunaan Information Communication Technology (ICT) atau Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kian marak dan merambah sampai dunia pendidikan. TIK adalah jawaban alternatif akan permasalahan pendidikan yang ada di masyarakat. Keterbatasan dalam penyampaian dan media akan dapat ditanggulangi dengan penggunaan TIK. Berdasarkan berbagai penelitian proses belajar mengajar dengan bantuan alat peraga telah berhasil meningkatkan efisiensi belajar sebesar 47 %, sedangkan dengan dukungan TIK bisa meningkatkan efisiensi sebesar 93 %.

Perkembangan pendidikan berbasis TIK bergantung pada infrastruktur dan budaya TIK di masyarakat. Dalam kerangka itu, langkah pertama untuk pendidikan berbasis TIK adalah pendidikan berbasis komputer. Pada tahap ini, komputer digunakan untuk mengatur dan melaksanakan interaksi proses pendidikan. Selanjutnya, digunakan untuk pembelajaran berbantukan komputer dengan program tutorial dan  simulasi sebagai program yang berdiri sendiri untuk pembelajaran mahasiswa. Pendidikan e-supported menawarkan penggunaan TIK dengan LAN yang digunakan untuk skop yang lebih besar seperti database siswa, database perpustakaan, database aministrasi, e-learning. dll.

Berbagai model telah dikembangkan dalam penerapan TIK dalam pendidikan, seperti; e-learning, Jaringan Informasi Sekolah (JIS), Wide Area Network (WAN), Local Area Network (LAN) & TIK Center. Model-model yang ada masih dapat dikombinasikan dengan model-model pendidikan lain, seperti; kelas jauh, home schooling, SMP Terbuka, TKB Mandiri dll.

Tentunya penggunaan TIK dalam pendidikan harus juga mempersiapkan komponen-komponen pendukung dari sistem TIK, yakni, hardware, software dan brainware. Pemerintah memberikan perhatian serius terhadap pemanfaatan TIK dalam dunia pendidikan karena salah satu target yang harus dicapaipada tahun 2015 berdasarkan kesepakatan  World Summit on The Information Society (WSIS) ke-2 di Tunisia tahun 2005 lalu adalah semua sekolah harus sudah memilki sistem informasi yang terintegrasi. Hal yang senada juga diungkapkan dalan kebijakan TIK untuk Pendidikan Nasional, yakni; pemanfaatan TIK untuk pemerataan dan perluasan akses, pendayagunaan TIK untuk meningkatkan mutu relevansi dan daya saing, serta pendayagunaan TIK untuk penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik.

Seiring dengan kebutuhan akan metode pembelajaran yang lebih efektif dan efisien, pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pendidikan adalah suatu keniscayaan. Penelitian tentang Intelligent Tutoring System (ITS), Computer Based Training (CBT), eLearning System adalah bukan barang baru, dan saat ini telah menuju ke implementasi riil dalam proses belajar mengajar. Dari berbagai sumber dikatakan bahwa ada 3 skenario pembelajaran TIK, yakni:

1.      TIK sebagai objek pembelajaran,

2.      TIK sebagai alat pembelajaran,

3.      TIK sebagai media pembelajaran.

Langkah pertama untuk pendidikan berbasis TIK adalah pendidikan berbasis komputer. Komputer telah diterapkan dalam pembelajaran mulai 1960 (Lee, 1996). Dalam empat puluh tahun pemakaian komputer ini ada berbagai periode kecenderungan yang didasarkan pada teori pembelajaran yang ada. Periode yang pertama adalah pembelajaran dengan komputer dengan pendekatan behaviorist. Periode ini ditandai dengan pembelajaran yang menekankan pengulangan dengan metode drill dan praktek. Periode yang berikutnya adalah periode pembelajaran komunikatif  sebagai reaksi terhadap behaviorist. Penekanan pembelajaran adalah lebih pada pemakaian bentuk-bentuk tidak pada bentuk itu sendiri seperti pada pendekatan behaviorist. Periode atau kecenderungan yang terakhir adalah pembelajaran dengan komputer yang integratif. Pembelajaran integratif memberi penekan pada pengintegrasian berbagai keterampilan yang diintegrasikan oleh teknologi secara lebih penuh pada pembelajaran.

Lee merumuskan paling sedikit ada delapan alasan pemakaian komputer sebagai media pembelajaran (Lee, 1996) Alasan-alasan itu adalah: pengalaman, motivasi, meningkatkan pembelajaran, materi yang otentik, interaksi yang lebih luas, lebih pribadi, tidak terpaku pada sumber tunggal, dan pemahaman global.

Dengan tersambungnya komputer pada  jaringan internet maka pembelajar akan mendapat pengalaman yang lebih luas. Pembelajar tidak hanya menjadi penerima yang pasif melainkan juga menjadi penentu pembelajaran bagi dirinya sendiri. Pembelajaran dengan komputer akan memberikan motivasi yang lebih tinggi karena komputer selalu dikaitkan dengan kesenangan, permainan dan kreativitas. Dengan demikian pembelajaran itu sendiri akan meningkat.  Seperti yang dikatakan oleh Richmond  (1999) dan  Stevens, (1992) materi on-line tidak hanya sebagai materi rujukan yang lebih efisien tetapi lebih efektif  sebagai sumber kogninif. Contohnya, definisi kata yang tidak diketahui saat mengerjakan tugas, mahasiswa hanya tinggal mengklik kamus on-line atau ensiklopedia dengan kata sesuai konteks, Aktivitas ini merupakan sumber kognitif yang dapat digunakan untuk memperoleh kembali informasi yang dikumpulkan dari sumber-sumber lain.

Pembelajaran dengan komputer akan memberi kesempatan pada pembelajar untuk mendapat materi pembelajaran yang otentik dan dapat berinteraksi secara lebih luas. Pembelajaran pun menjadi lebih bersifat pribadi yang akan memenuhi kebutuhan strategi pembelajaran yang berbeda-beda. Dan saat ini banyak institusi pendidikan di Indonesia berlomba-lomba ke arah pemanfaatan TIK untuk pendidikan, membangun infrastruktur hardware, jaringan internet, pengadaan software, dsb. Sayangnya sedikit yang melupakan masalah pengembangan kontennya sendiri.

Padahal kegiatan inilah (pembangunan konten) yang sebenarnya lebih memerlukan kerja keras dan waktu yang sangat lama karena berhubungan dengan pembentukan behavior dan kreatifitas sumber daya manusia. Sivitas akademika, dimana pengajar (guru) sebagai jantung proses pembelajaran harus disiapkan supaya memiliki kemampuan (skill) dan kreatifitas (creativity) mengembangkan konten media presentasi dan pembelajaran yang menarik, interaktif, dan berdasar kurikulum yang benar.

Adapun tujuan dari penyusunan konten ini adalah:

1.      Mempersiapkan pengajar dan seluruh sivitas akademi yang tertarik dengan media pembelajaran berbasis TIK, dalam pengembangan konten media presentasi dan pembelajaran interaktif, dengan melatih dan mendidik mereka tentang metode dan teknik pembuatan media presentasi dan pembelajaran berbasis TIK,

2.      Mempersiapkan behavior seluruh sivitas akademika institusi pendidikan dalam e-lifestyle, sehingga lebih siap menyambut era masuknya TIK dalam pendidikan,

3.      Mengembangkan komunitas pembelajaran dimana setiap orang yang tertarik dengan media pembelajaran berbasis TIK dapat saling belajar, berbagai pengetahuan, dan mempublikasikan hasil-hasil karya berupa media presentasi dan pembelajaran interaktif, sehingga bias dimanfaatkan rekan-rekan lain di seluruh pelosok tanah air.

Namun layaknya pisau bermata dua, penggunaan TIK dalam pendidikan juga menimbulkan kekhawatiran jika tidak dikelola dan dipantau dengan baik. Kekhawatiran utama  tentunya adalah pada siswa yang dapat saja mengakses situs yang tidak sepantasnya dikonsumsi oleh mereka. Namun hal ini bisa dikurangi dengan pengawasan yang baik dari para tutor dan guru yang mendidik menggunakan TIK ini. Selain itu, meminimalkan dampak negatif ini juga bisa dilakukan dengan memasang software filter untuk mengakses situs tertentu saja atau mem-blok situs tertentu.

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: